
Senyum merupakan pancaran hati seseorang yang menandakan seseorang itu terkesan sayang. Karena mungkin dibalik senyuman itu dia sedang mengalami suatu masalah. Akan tetapi dia tetap senyum. Senyum yang dipancarkan oleh orang lain kepada kita mampu memberikan nilai sayang tersendiri bagi kita.
Akan tetapi kenapa senyum itu jarang terlihat? Wajah orang-orang di jalan, di angkutan umum, di kampus, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu, Menyeramkan dan tampak garang.
Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang, kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis. Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.
Hidup kita akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita, terutama sang senyum dari wajah kita sendiri. Bukankah sangat enak bila kita menerima sebuah senyuman dari orang lain? Dan akan jauh lebih menyenangkan lagi bila kita lah yang memberi senyuman itu ? bahkan disebutkan dalam suatu hadits bahwa ”senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh”. Walaupun senyum itu sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban.
Senyum adalah kebutuhan. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya, jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.
Senyum itu sederhana, tapi dahsyat luar biasa ,Senyum itu kecil, tapi bermakna sangat besar sekali. Karena itu mari kita sama-sama berusaha budayakan tersenyum wahai sahabat semua…….
SUDAH HILANGKAH SENYUM
- Rabu, 13 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar